Nama : Robby
Irham Syaputra
Kelas : 1IA21
Npm : 58413034
Dosen : Sarwoko
Pemuda dan Sosialisasi
- Pengertian Pemuda
Masa remaja adalah masa tarnsisi dan
secara psikologis sangat problematis , masa ini memungkinkan mereka berada dalm
anomi (keadaan tanpa norma atau hukum , red) , akibat kontradiksi norma maupun
orientasi mendua.
Dalam keadaan demikian , seringkali muncul perilaku
menyimpang atau kecendrungan melakukan pelnggaran . kondisi ini juga
memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa .
PERAN MEDIA MASSA
ciri-ciri menyebabkan kecendrungan remaja melahap begitu saja arus
informasi yang serasi dengan selera dan keinginan sebagai penapis informasi
atau pemberi rekomendasi terhadap peasn-pesan yang di terima kini tidak
berfungsi sebagai sediakala.
PERLU DIKEMBANGKAN :
Dari artikel terseut dapat disimpulkan bahwa masalh kepemudaan
dapat di tinjau adri asumsi yaitu :
1.penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu
kontinum yang sambung tetapi fragmentaris , terpecah-pecah , dan setiap fargmen
mempunyai artinya sendiri-sendiri.
2.posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri
.tafsiran-tafsiarn klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai
pola yang banyak sedikitnya.
PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam
harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan
melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
POTENSI-POTENSI PEMUDA
a.Idealis dan daya kritis : secara sosiologis generasi muda belum
mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan
dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
b.dinamika dan kreatifitas.
c.keberanian mengambil resiko
d.optimis dan kegairahan semangat
e.sikap kemandirian dan disiplin murni
f.terdidik
g.keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
h.patriotismedan nasionalisme
i.sikpa kesatria
j.kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi.
Studi Kasus :
Pemuda adalah seseorang yang berpikir bahwa segala hal harus
berubah menjadi lebih baik, namun mengetahui bahwa dirinyalah yang harus lebih
dulu diubah. Pemuda adalah seseorang yang berpikir bahwa tidak ada yang tidak
bisa ia lakukan demi sebuah perubahan kearah yang lebih baik. Pemuda adalah
seseorang yang tahu bahwa dipundaknyalah tugas menjaga diri, keluarga, kampung
halaman, negara dan agama diletakkan. Tetapi diatas semua itu, Pemuda adalah
seseorang yang bertindak dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab dalam
melaksanakan itu semua. Karena jika hanya berada di tataran pemikiran tanpa
dilanjutkan dengan tindakan atau karya nyata maka dunia tidak akan berubah.
- Pengertian
Sosialisasi
Sosialisasi
diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu
mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan
norma-norma social yang terdapat dalam
masyarakat agar dapat diterima
oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
a. Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya
dan saudara-saudaranya.
b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana
sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi
secara formal.
c. Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan
berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak
akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
d. Media Massa
Media massa
seperti media cetak, (surat
kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan
video). Besarnya pengaruh media massa
sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi
yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian
seseorang.
Studi Kasus :
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan
lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang
mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi
dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan
perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan
kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi,
merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang
lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan
“aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.
- Internalisasi belajar dan
sosialisasi.
Ketiga kata atau
istilah internalisasi, belajar, dan spesialisasi pada dasarnya memiliki
pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi
sosial. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang
menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma
kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma
tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma kepercayaan dan
kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi (mencakup kaidah kesopanan
dan kaidah hukum).
Istilah belajar
ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang
telah dimiliki oleh seorang individu, atau perubahan sikap dari tidak tahu
menjadi tahu, dimana belajar dapat berlangsung di lingkungan maupun di lembaga
pendidikan.
Istilah
spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki atau diukur oleh
seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
- Proses Sosialisasi
Melalui proses
sosialisasi, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan
hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan
proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku
di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum
tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan
kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini
sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan
menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya
agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan
salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya
dengan sistem sosial.
Proses
sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial
yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan
norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada
soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi
melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu
produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang
adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri
membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang
sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1. Dalam proses sosialisasi mendapat
bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan
memperlakukan dirinya.
2. Dalam proses sosialisasi juga
membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti
apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna
dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.
Thomas Ford Hoult,
menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk
bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan
masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses
akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai
dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah
laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat.
- Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat
Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa
sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang
tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang
universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan.
Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat
penderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan
begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan
bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya.
Selaku
Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi
dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong
perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan negara. Aksi reformasi disemua
bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin
dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.
- Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Maksud dari pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah
agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya
benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah,
menyeluruh dan terpadu. Serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
- Landasan idiil :
Pancasila
- Landasan
konstitusional : UUD 1945
- Landasan Strategis
: Garis-garis besar haluan negara
- Landasan historis :
Sumpah pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan
- Landasan normatif :
etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat
(Sumber : Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar Oleh:
Harwantiyoko, Neltje F. Katuuk Penerbit Gunadarma).
Study kasus:
Pemuda adalah seseorang yang berpikir
bahwa segala hal harus berubah menjadi lebih baik, namun mengetahui bahwa
dirinyalah yang harus lebih dulu diubah. Pemuda adalah seseorang yang berpikir
bahwa tidak ada yang tidak bisa ia lakukan demi sebuah perubahan kearah yang
lebih baik. Pemuda adalah seseorang yang tahu bahwa dipundaknyalah tugas
menjaga diri, keluarga, kampung halaman, negara dan agama diletakkan. Tetapi
diatas semua itu, Pemuda adalah seseorang yang bertindak dengan penuh kesadaran
dan tanggung jawab dalam melaksanakan itu semua. Karena jika hanya berada di
tataran pemikiran tanpa dilanjutkan dengan tindakan atau karya nyata maka dunia
tidak akan berubah.
Pendapat / opini:
Kita sebagai mahasiswa atau pemuda
harus bisa bersosialisasi dalam masyarakat dan mampu memberikan contoh yang
baik untuk masyarakat. Dan mampu menyalurkan aspirasi rakyat kepada pemerintah,
tetapi tidak dengan cara yang anarkis. Kini perananan tersebut sudah menurun
drastis, karena pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan dan selalu
mementingkan diri sendiri.